AADF#3: Mengapa Jalan di Pegunungan dibuat Berkelok-kelok?

        Pernahkah kalian pergi ke daerah pegunungan? Bagaimanakah kondisi jalan di daerah pegunungan? Atau pernahkah kalian mendengar tempat bernama “Kelok Sembilan”?

Gambar Kelok Sembilan di Sumatera Barat

(cr: pinterest)

Pada bagian ini, kalian akan mengetahui apa alasan dibalik pembuatan jalan di pegunungan berkelok-kelok. Pada kehidupan sehari-hari, manusia sering sekali menggunakan konsep-konsep fisika atau ilmu sains untuk memudahkan pekerjaannya. Contohnya, ketika akan menaikkan barang yang besar dan berat ke atas mobil, biasanya menggunakan papan yang dipasang miring untuk memudahkan. Hal tersebut adalah penerapan dari manfaat bidang miring, dimana dapat dengan efektif untuk memudahkan pekerjaan.

Begitu pula dengan jalan di pegunungan. Jalan yang dibuat berkelok-kelok dimaksudkan untuk memudahkan kendaraan melalui daerah tersebut. Kendaraan tidak akan sanggup melalui tanjakan yang curam di pegunungan jika kondisi jalan tidak berliku. Oleh sebab itu, jalan di pegunungan yang menanjak curam dibuat berkelok-kelok. Hal tersebut membuat tenaga yang dibutuhkan berkurang (lebih kecil) untuk mencapai tujuan atau ketinggian yang sama. Tingkat kemiringan jalan tanjakan akan menjadi lebih landai jika jalannya dibuat berkelok-kelok sehingga lebih mudah didaki.

 

Sumber: Mashinta, A., Rosa, F.O., dan Jumadi. (2017). Ada Apa dengan Fisika?. Yogyakarta: UNY Press.

 

Salam Literasi,


Oleh:

Upik Laila Hanum

Pendidikan Fisika

KKN UNY 2020

Iklan ada di sini

Komentar

Kontak Kami

Kirim

Archive