Pembangunan Ekonomi Indonesia Pada Masa Kini
Indonesia merupakan negara berkembang. Permasalahan yang sering dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah pertumbuhan penduduk yang pesat, namun tidak dibarengi dengan peningkatan lapangan kerja, serta fasilitas umum yang memadai. Pertumbuhan penduduk yang paling mencolok terjadi di daerah perkotaan, khususnya di Ibu kota.
Maka dari itu harus ada sebuah pembangunan. Pembangunan pada dasarnya tidak dapat terlepas hubungannya dengan keadaan Negara yang sedang membangun itu sendiri. Banyak persoalan yang dihadapi oleh negara Indonesia dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Pembangunan ekonomi di Indonesia sendiri merupakan hal yang “berusia lanjut” dapat dikatakan pula bahwa “pembangunan” merupakan kunci yang menentukan hidup matinya bangsa Indonesia itu sendiri. Di Indonesia masalah penduduk tergolong sangat serius disamping merupakan Negara yang relatif belum sejahtera secara ekonomi jika dibandingkan dengan negar-negara tetangga. Kepadatan penduduk juga sangat tinggi dan perkembangan penduduk yang tergolong sangat cepat.
Oleh sebab itu, mengadakan sebuah pembangunan ekonomi di negara Indonesia merupakan suatu keperluan yang sangat mendesak, yaitu untuk mengatasi masalah pengangguran, kemiskinan, kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengisi kemerdekaan dalam bidang politik dengan pembangunan ekonomi. Pada saat ini, banyak para pemikir-pemikir ekonomi yang memberikan kontribusi pemikirannya dalam berbagai aspek mengenai pembangunan ekonomi untuk di terapkan di Indonesia.
Negara Indonesia sendiri sepertinya mulai menyadari bahwa tidak ada jalan pintas untuk melakukan pembangunan ekonomi yang terlantar dan terbelakang sebagai akibat penjajah belanda dan jepang yang telah berlangsung sekian lama. Sedikit demi sedikit namun pasti, Indonesia mulai menyadari bahwa kemerdekaan politik saja tanpa dibarengi dengan kemerdekaan ekonomi tidak akan banyak artinya. Ketidakstabilan politik akan menghambat kemajuan ekonomi, namun sebaliknya ketergantungan di bidang ekonomi dapat menimbulkan kerawanan politik di dalam negeri.
Dari sisi pembentukan modal, Nurke (1963) menyebut adanya sebuah lingkaran setan (vicious circle) yang menyebabkan Indonesia tidak mampu menggulirkan ekonomi di atas kemampuannya sendiri. Dari mata rantai buruknya tingkat pendapatan, dilanjutkan, dilanjutkan dengan ketidakmampuan menyisihkan tabungan dan rendahnya kapasitas pembentukan modal serta efesiensi yang rendah. Urutan terakhir mata rantai tersebut adalah rendahnya pendapatan perkapita penduduk yang dengan sendirinya dilanjutkan dengan rendahnya tabungan.
Michael P Todaro mengidentikkan Dunia Ketiga (termasuk indonesia) dengan produktivitas sumber daya manusia yang rendah, kemiskinan, pertumbuhan penduduk yang tinggi, tidak demokratis, feodal dan cenderung militeristik, pasar yang tidak sempurna, atau standar hidup yang rendah (Todaro,1998). Begitulah lingkaran tanpa putus yang menantang ahli-ahli ekonomi pembangunan dalam merumuskan exit strategy, sebelum mendorong mereka mengejar negara-negara yang lebih maju.
Karena itulah, dari teori tersebut. Kita bisa melihat dalam sejarah pembangunan Indonesia dimana pada tahun 1960-an, pemerintah Indonesia mulai pro dengan investasi asing dengan maksud agar terdapat pembentukan modal yang lebih baik dan lebih banyak di Indonesia. Yang kemudian nantinya di harapkan tingkat pendapatan per kapita meningkat dan masyarakat memiliki kemampuan untuk menabung yang lebih baik dan diharapkan dapat memutuskan rantai kemiskinan.
Dapat kita lihat secara sekilas bahwa di Negara berkembang, kebutuhan investasi biasanya memang lebih tinggi daripada kemampuan masyarakat membentuk tabungan. Karenanya, campur tangan pemerintah menjadi mutlak di perlukan bila alternatif yang di pilih adalah ekspansi kredit perbankan dengan tingkat suku bunga subsisdi. Mungkin sedikit menyimpang dengan model Harrod-Domar yang tidak memasukan variabel campur tangan pemerintah.
Kita juga bisa melihat relevansi bagi Indonesia pada proyek Repelita. Dimana pembangunan Indonesia dibentuk menjadi sektor industrialisasi dan pro investasi besar-besaran. Tetapi sektor itu berpijak pada pertanian dimana sektor itu merupakan sektor unggulan Indonesia kala itu. Dan memang terjadi, ketika sektor pertanian itu tumbuh maka sektor lainnya akan menjadi terdukung. Seperti pariwisata dan lainnya. Namun belum semua di wilayah Indonesia sudah seimbang,
Dan hal yang terjadi di Indonesia dimana pembangunan pada dasarnya adalah rangkaian ketidakseimbangan (disequilibrium). Secara sederhana, pola pikir perkembangan tidak berimbang ini menolak keharusan investasi secara besar-besaran untuk memompa setiap sektor ekonomi yang memiliki pola hubungan komplementer. Dengan membuat skala prioritas investasi yang tepat, perekonomian akan berputar terus dan akan berjalan memanfaatkan eksternalitas ekonomi maupun social overhead capital.
Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur penilaian pertumbuhan ekonomi nasional sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan dan Pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Dengan demikian masyarakat indonesia akan memiliki kesejahteraan yang baik di masa kini. Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen.
Maka dengan adanya pembangunan ekonomi melalui berbagai teknologi modern yang menghasilkan kemajuan Perekonomian di Indonesia pada saat ini akan membuat masyarakat Indonesia sendiri lebih sejahtera. Angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas dan lain-lain akan semakin berkurang. Perekonomian Indonesia akan lebih maju dengan berbagai jalan di zaman yang sudah modern ini. Indonesia tidak akan mengalami banyak kendala ekonomi seperti zaman di jajah dahulu, Indonesia akan lebih maju. Masyarakat Indonesia tidak akan mengalami kemiskinan, kriminalitas, dan masalah perekonomian yang lain.
Daftar Referensi
Kadji, Y. (2012). Kemiskinan dan Konsep teoritisnya. Guru Besar Kebijakan Publik Fakultas Ekonmi Dan Bisnis UNG.
Hamid, E. S. (2014). Perekonomian Indonesia.
Putra, W. (2019). Perekonomian Indonesia.

Komentar