Memahami Istilah Ndakik-Ndakik Pandemi Corona




Virus corona membawa kepanikan bagi masyarakat dunia sejak akhir tahun kemarin, kalau Indonesia baru aja hehe. Sebenarnya, sudah banyak pemberitaan mengenai virus corona (COVID-19). Selain itu, himbauan untuk selalu antisipasi dan waspada juga sudah banyak digalakkan.

Entah apa yang terjadi, saya sebagai warga awalnya juga menanggapi dengan santuy. “Yaelah corona ga bakal berani masuk Indonesia apalagi masuk Jangkid Gotham City kalau ada tinggal kerokan atau dipijit Mbah Nrimo atau minum antangin beli di Ino Mart pasti itu virus pergi” pikir saya waktu itu. Belum ada kepikiran tuh…bahkan kebayang jika virus corona ini sampe bikin universitas-universitas menerapkan ujian online dan pembelajaran online dan juga work from home.

Setelah ada korban 400an orang baru deh kocar-kacir cari informasi berselancar kesana kemari buka google buka facebook pokoknya semua dibuka. Tapi, juga ada nih habis cari informasi tetang virus corona bukannya pikirannya makin terbuka malah panic buying.

Eitsss….eitsss.. panic buying? Apaan tuh?

Pokonya bahasa media pake Inggris gitu deh. Kalau kata simbahku “ bahasa saiki ndakik-ndakik, simbah ora dong le”. (bahasa sekarang tinggi-tinggi simbah tidak paham Nak)
Informasi yang disampaikan pemerintah memang cukup cepat disebarkan untuk menekan penyebaran virus ini. Selain itu, istilah-istilah yang digunakanpun bukan hal baru. Kemudian istilah itu juga yang dipakai media untuk menyebarkan berita. Mungkin karena tidak sering digunakan jadi terdengar asing. 

Bagi kaum menengah ke atas dan millennial pasti juga ada sebagian yang kurang paham dalam kasus ini. tapi, kalau saya tidak tahu bisa langsung buka sosial media atau google pasti ada tuh yang komnelah minimal. Namun, bagaimana dengan simbah, simbok, kakung, eyang, pakde, atau paklik yang tidak bisa pake hp canggih alias gaptek tiba-tiba menemukan istilah-istilah mengenai virus corona. Padahal istilah ini penting untuk menghubungkan satu informasi ke informasi lainnya.

Kali ini saya sudah merangkum istilah dan singkatan yang sering digunakan dalam pemberitaan mengenai virus corona.
1.      ODP (Orang Dalam Pemantauan)
Nah, tenaga medis biasanya memasukkan pasien dalam golongan ini, jika mempunyai gejala ringan seperti demam, sakit tenggoroka, batuk, namun tidak bersentuhan langsung dengan penderita positif. Selain itu, pasien ini tidak diminta rawat inap. Tapi, diminta untuk isolasi diri selama 14 hari.
2.      PDP (Pasien Dalam Pengawasan)
Pasien yang tergolong dalam PDP yang telah menunjukkan gejala infeksi corona dan sudah diobservasi oleh tenaga medis karena bersentuhan dengan penderita positif.
3.      Suspect (terduga)
Merupakan pasien yang mempunyai gejala infeksi corona dan diisolasi di rumah sakit. Biasanya mereka yang sehabis melakukan perjalanan dari daerah-daerah yang terkonfirmasi virus corona.
4.      Social Distancing
Imbauan dari pemerintah sebagai bentuk strategi kesehatan publik yaitu masyarakat diminta menjaga jarak, menghidari perkumpulan, dan tidak keluar rumah jika tidak ada hal mmendesak. Ketika berada di tempat umum diminta untuk mejaga jarak kira-kira 2 meter satu sama lain.
5.      Panic Buying
Hal yang sering terjadi pada orang Indonesia jika terjadi suatu bencana yaitu panic buying, merupakan membeli barang dalam jumlah besar karena takut kehabisan. Inilah yang menyebabkan barang-barang menjadi langka dan bisa jadi menjadi salah satu faktor penyebaran corona.
6.      Lockdown
Lockdown merupakan penutupan akses keluar masuk suatu daerah. Hal ini dilakukan dibeberapa daerah yang terkena virus corona agar tidak semakin menyebar.
7.      WFH (Work From Home)
Yaitu tetap berjalannya suatu aktivitas namun dirubah sistem menjadi online dan bisa dikerjakan dirumah.
8.      Self Isolation dan Self Quarantine
Mengisolasi diri bias mejadi pilihan mecegah virus ini dengan tetap berada dirumah. Hal ini juga diajurkan bagi mereka yang habis berpergian dari luar negeri, luar daerah, melewati badara atau stasiun. Mengisolasi diri selama 14 hari cukup untuk mengetauhi apakah sakit atau tidak.

Nah… nah itu tadi istilah ndakik-ndakik menurut simbah yang sudah saya rangkum. Mulai sekarang simbah-simbahnya bisa diberi informasi mengenai istilah dan singkatan ini biar beliau-beliau tetap mengikuti jaman.

Jangan takut dengan pandemi virus corona 
Lawan bersama, jaga bersama, dan sayangi sesama.

Kabeh sedulur lurr..
                                                                                                                        Oleh : Lulu Afifah
Iklan ada di sini

Komentar

Kontak Kami

Kirim

Archive